KATAK SEBAGAI BIOINDIKATOR PENCEMARAN
PERAIRAN SAWAH
Bab 1:LATAR
BELAKANG
Kegiatan pertanian dapat dilakukan di
berbagai tempat seperti petani padi melakukan kegiatan pertaniannya
disawah,para petani tersebut selalu melakukan kegiatan pertaniannya setiap hari
dan mereka lebih memahami keadaan sawahnya dari pada orang lain,petani juga
lebih memahami serangga dan binatang apa saja yang selalu mengganggu persawahan
mereka seperti wereng,tikus,keong,belalang dan juga katak.Mereka selalu
menggunakan pestisida(CO2) yang
berlebihan padahal akibatnya akan mendatangkan hama yang sangat banyak walaupun
pestisida tersebut dapat menumbuhkan tanaman padi lebih cepat,tetapi dampaknya
adalah banyak hama yang datang untuk memakan padi tersebut karena pestisida
yang berlebihan tersebut.
pada masa panen sawah-sawah petani selalu
kedatangan tikus yang berkelompok untuk memakan padi hingga petani tidak dapat
mengkontrol bagaimana cara menghentikan tikus tersebut.selain itu juga
katak,katak merupakan hewan yang dapat dikatakan sebagai hewan bioindikator
pencemara perairan sawah.Bioindikator disini adalah bahwa katak dapat dijadikan
sebagai petunjuk keberadaan hewan/tumbuhan lain dan sebagai iklim
makro(musim,curah hujan dll) dan juga iklim mikro di daerah tertentu,karena
katak selalu datang di saat-saat tertentu tergantung cuaca dan selalu mencemari
perairan sawah sehingga petani juga harus membersihakn aliran sawahnya karena
bisa saja katak bertelur dialiran sawah dan menghambat datangnya air ke sawah
juga mencemari air yang sudah berada di sawah tersebut.
Dan dizaman seperti ini manusia(petani)
hanya menggunakan cara-cara yang cepat saja untuk membunuh hama-hama,seperti
membakar,membayar seseorang untuk membasmi hama dan bisa juga diberikan
racun.Tugas kita sebagai generasi muda adalah menciptakan ide-ide baru yang
dapat menolong manusia/petani dalam
pekerjaannya.
2)RUMUSAN
MASALAH
1)Bagaimana
cara membasmi hama katak tetapi tidak
menggunakan bahna-bahan yang berbahaya?

0 komentar:
Posting Komentar